About Thalia Viranda

Thalia Viranda

Namaku Thalia Viranda. Bertempat di Denpasar, 7 September 1996, aku dilahirkan

. 15 tahun sudah kedua mataku merekam segala sesuatu yang ada di hidupku. Selam itu dan hingga kini aku merasakan kerasnya kehidupan ini.

Aku bukan seorang anak yang selalu berkibar, aku juga bukan seorang anak yang selalu berada di puncak gunung kehidupan.

Dilahirkan di tengah keluarga seorang bidan dan seorang pelayar Holand America Line Cruise, dengan Kapal Rotterdam, Noordam, Amsterdam,dan Westerdam, aku merasa sangat beruntung. Walaupun 5 tahun aku sangat jarang bertemu ayahku, 9 tahun hidup dengan nafsu dan kebutuhan yang selalu terpenuhi adalah masalalu yang membahagiakan bagiku. Aku merasa tidak ada satu celah kegelapan pun yang timbul di kehidupanku. Ketika aku berusia 2 tahun keluargaku mempunyai restoran dan penginapan di Gilimanuk, Bali. Selama ayahku berlayar keluargaku memiliki banyak tanah yang rencanyanya akan digunakan sebagai aset bisnis pariwisata ayahku selain itu juga keluargaku mempunyai BTN yang juga saat itu rencanya akan menjadi tempat tinggal aku dan keluargaku. Selain itu, aku juga sempat memiliki toko buku,sepatu dan baju yang berdiri di Kota Negara, Bali. Sejak aku berusia 10 tahun perlahan tapi pasti celah-celah hitam hidupku mulai nampak.

Setelah restoran dan penginapan keluargaku di tutup, satu persatu tanah aset bisnis ayahku mendapatkan masalah hingga sejak aku duduk di bangku kelas 5 SD toko buku yang di buka ayahku itu bangkrut, keluargaku terlilit hutang sana sini, ayah dan ibuku hampir setiap hari ribut dengan topik permasalahan yang itu-itu saja, ekonomi, kecewa, menyesal, saling menyalahkan, ekonomi, kecewa, menyesal, saling menyalahkan. Ketika aku lulus SD, ayahku masuk penjara karena permasalahan tanah (sebagai pihak yang di jebloskan tanpa melakukan tindak pidana apapun). Hal tersebut terjadi karena seseorang sengaja berusaha merebut tanah strategis milik ayahku dengan permainan uang dan hukum. Keberadaan keluargaku saat itu benar-benar jatuh membuat kami tidak bisa melakukan sesuatu pun untuk menyelamatkan ayahku dari hal tersebut.

Perlahan-lahan, retak, pecah, hingga hancur. Sejak aku kecil aku memang tumbuh di lingkungan laku-laki, hingga aku menjadi seorang wanita yang senang berpenampilan seperti laki-laki, atau yang lebih dikenal dengan tomboy, tapi di dalam hatiku, aku adalah seorang wanita yang sangat berperasaan, dan melankolis. setelah kejadian-kejadian itu mengukir kehidupanku, di SMP selama 2 tahun aku tumbuh menjadi pribadi yang semakin tomboy. Kehidupan rohaniku mulai jauh dengan Tuhan. Aku berpaham bahwa Tuhan memang sudah tidak memperdulikan aku lagi. Pergaulanku sempat salah arah. Di atas semua luka kehidupanku, aku tetap mempertahankan prestasiku sejak SD baik di bidang akademis maupun non akademis. Di bangku SD prestasi dan pengalaman yang aku miliki adalah :

  1. Peserta Olimpiade MIPA Provinsi
  2. Juara 2 Siswa teladan Kabupaten Jembrana
  3. Juara 2 Lomba TIK SD se-Kabupaten Jembrana
  4. Juara 2 Lomba renang gaya dada 50 m putri.
  5. Juara 3 Lomba renang gaya dada 100m putri.
  6. Juara 1 umum Kelas 1-6.
  7. Peserta PORSENI cabang Renang, tingkat Provinsi
  8. Peserta Lomba MIPA SD se-Provinsi, Undiksha
  9. Anggota Marching Band Gereja
  10. Anggota seka Gong dan Tari Bali (SD)

Dan di SMP aku tetap aktif mengikuti kegiatan akademis maupun non akademis dan mengukir bermacam prestasi , seperti:

  1. Juara 1 Lomba Mading se-Kabupaten Jembrana 2008
  2. Juara 1 Lomba Mading se-Kabupaten Jembrana 2009
  3. Juara 1 Umum Lomba Pramuka se-Kabupaten Jembrana
  4. Peserta Dian Pindru Jembrana
  5. Peserta Jambore Cabang Jembrana
  6. Peserta Lomba PMR Madya se-Jembrana
  7. Juara 2 Lomba renang gaya dada 50 m se-Kabupaten Jembrana
  8. Juara 2 siswa teladan se-Kabupaten Jembrana.
  9. Juara 2 English Contest se-Kabupaten Jembrana.
  10. 10. Juara 1 English Speech Contest Regional Bali-Jawa Timur, Universitas 17 Agustus, 2010
  11. Juara 1 Story Telling se-Kabupaten Jembrana.
  12. Juara 2 Story Telling HUT SMPN 1 Melaya.
  13. Peserta Festival Band se-Kabupaten Jembrana
  14. Juara 2 seleksi lomba fisika se-Kabupaten Jembrana
  15. Juara 1 Umum kelas 7,8, dan 9
  16. Peserta Lomba LCT Pramuka Penggalang se-Provinsi, Undiksha.
  17. Peserta Lomba senam Pramuka se-Provinsi, Undiksha.
  18. Sekretaris OSIS di SMP
  19. Ketua Osis 1

Saat aku duduk di kelas 3 SMP, aku mendaftarkan diriku pada sebuah sekolah yang baru berdiri, SMA Negeri Bali Mandara (Sampoerna Academy) dan menargetkan diriku agar mendapatkan beasiswa di sana. Pada akhirnya setelah melalui proses yang lumayan panjang, aku pun akhirnya lolos dan meneruskan sekolahku di sekolah berasrama itu. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan, karena jika tidak atas rencana-Nya aku tidak akan diselamatkan dari pergaulanku selama aku duduk di SMP dan dari masalah keluargaku. Sejak saat itu kehidapn rohaniku semakin ku rasa bertumbuh dengan semakin kerasnya kehidupan yang ku alami. Tidak tinggal di rumah bukan berarti aku bebas dari segala permasalahan dan belenggu. Semua itu masih ada dan harus aku lalui. Walaupun begitu, aku tetap berusaha mengukir sesuatu yang bisa membanggakan orangtuaku dan orang-orang disekitarku, misalnya, baru 9 bulan aku berada di sekolah itu aku sudah bisa meraih prestasi:

  1. Peserta Festival band se-kabupaten Buleleng
  2. Peserta Perkemahan Pendidikan Karakter se-Provinsi Bali
  3. Juara 4 Majalah dinding tingkat SMA/SMK se-Provinsi Bali dan Penulis Laporan Khusus terbaik.
  4. Juara 2 Tourism quiz and contest 2012 tingkat SMA/SMK se-Bali di Universitas Pendidikan Ganesha.
  5. Peringkat 18 Olimpiade Sains Kabupaten bidang ICT
  6. Duta Anak tingkat Kabupaten Buleleng, Komisi Jaringan dan Informasi

Ayah dan ibuku adalah motivasi terbesarku untuk bertahan dan terus berjuang di sekolah itu. Terus berjuang dan tidak melihat kebelakang kehidupan. Mereka sangat berharap padaku agar aku kelak bisa menjadi orang yang sukses dan bisa memperbaiki keluargaku lagi. Belajar dan berusaha untuk bisa menyusun batu-batu lemparan orang menjadi suatu bangunan megah dikemudian hari.

Di sekolahku aku mendapatkan program belajar yang membuatku sadar akan kehidupan yang indah dari perspektif lain dan belajar untuk bisa saling mengasihi dan menolong satu sama lain. Community Service membuatku terketuk untuk melakukan hal yang berguna bagi orang lain. Kegiatan itu merupakan kegiatan pelayanan masyarakat yang dilakukan rutin seminggu sekali, misalnya mengajar di TK, di SLB, Panti Jompo, dan masih banyak lagi targetnya. Aku sendiri sudah pernah melakukan program Community Service tersebut di SD, TK dan Panti Jompo di sekitar sekolahku, Saat aku melakukan kegiatan itu aku selalu ingat pesan ibu ku, “Jadilah terang dan berkat, Nak, Dimanapun dan bagaimanapun keadaan kamu”.

Aku tidak puas. Aku tidak bisa puas jika aku hanya bisa melakukan hal untuk orang lain itu hanya karena program sekolahku. Aku bertekad agar bisa melakukan sesuatu yang lebih dari itu semua. aku sudah diberi banyak oleh orang lain, beasiswa, makan, minum, tempat belajar, masakan aku tidak bisa memberi sesuatu juga untuk orang lain walaupun dimulai dengan hal yang kecil? Aku merasa tertarik untuk melakukan hal itu. Membuka kehidupan baru, menolong orang lain yang juga membutuhkan pertolongan, menyentuh permasalahan-permasalahan anak baik yang senasib denganku dan lainnya, melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, hingga suatu saat nanti aku berharap melalui situs ini aku bisa menjadi berkat dan terang bagi banyak orang !🙂

“Let’s help other to soar as high!”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: