Sampah Dari Lunturan Garisku

Saat ku teteskan segaris warna di kertasku

saat ku lepaskan haluan nafasku di jalanan berdebu

batu jalanan berlalu begitu saja..

dedaunan tak menyapaku lagi..

kawanan awan senja menjengukku tanpa sepatah katapun..

manakala seisi galaksi ini menyanyi dengan seratus hamba besi tua

berjubah kasa

disini beranda rumahku sudah penuh sulur tanaman hutan

kotoran babi hutan berserakan di tepi teras, s

emuanya sudah mereka lihat

kemarin saat garis itu aku cairkan ketika nafasku aku tangkap dan ku hembuskan dihadapan telinganya

mungkin memang aku tak pantas berdiri di atas halamanku dengan secarik kertas di dadaku itu

aku ini cemar?

limbah?

sudahlah.. tak ada yang lebih indah dari aku,

sehelai sampah dari galaksi ini.

Categories: Sastra (Cerpen dan Puisi) | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: