Patah

Tatkala sepasang mata itu melirikku tanpa hati ,
patahan ini trukr dlm dg nyala pahat merah mmbara..
Beling-beling trtncap mmbingkainya ..
Betpa ku mngecap ttapi tak brgumam..
Btapa ku melihat, tapi tak bernyanyi .
Ptahan itu kni trbang trtiup hmbusan angin asam..
Smakin rapuh, remuk dan hancur..
Sayap knannya tertinggal ,.
Disana !
Berglayut indah pada patahan asalnya .
Berbalut lumut khianat , bual, dan dusta ..

Categories: Sastra (Cerpen dan Puisi) | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: