Sepucuk Surat untuk Ibu dan Ayah

Kepada

Yang Tercinta, Ayah dan Ibu.

Ketika aku masih balita , kalian selalu memahami dan memiliki kesabaran untukku.Suatu ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup di atas meja, karena aku belum bisa berjalan dengan baik. Maaf, karena aku telah membuat kalian kesal.Karena waktu aku kecil, aku bodoh, tidak mengerti apa-apa yang kalian katakan

Ketika aku beranjak remaja, tingkahlakuku semakin buruk. Aku tidak bisa mendengar apa yang kalian katakan dan terkadang aku membalasnya dengan kata-kata yang kasar. Maaf karena aku sudah menyakiti perasaan kalian

Maaf kan aku Ibu, Ayah..

Saat aku kecil, ketika aku baru belajar berjalan, aku selalu merepotkan kalian..

Aku harap kalian tidak menyesal pernah membangunkanku dan mengobati lukaku, Ketika aku terus mengulangi apa yang aku katakan seperti kaset rusak, aku mohon jangan bosan denganku.

Dan saat aku remaja, aku keluar tanpa permisi, dan tidak mencuci bajuku,Maaf karena aku tidak mendengarkan kalian..

Apakah ibu dan ayah ingat saat aku masih kecil dan aku menginginkan sebuah balon? Aku mengatakan apa yang aku mau berulang ulang sampai aku mendapatkan apa yang aku inginkan

Terimakasih  ayah, ibu…

Setelah aku berguling-guling di tanah, dan badanku kotor,  ibu memandikanku. Ketika aku sakit setelah bermain air hujan di halaman bersama kakak…ayah menggendongku. Apakah ibu ingat waktuaku masih kecil? Ibu selalu mengejar-ngejar aku ketika akutidak mau makan? Terimakasih karena ibu selalu sabar ketika aku selalu rewel.

Dan saat aku remaja aku pulang larut malam, terimakasih karena ayah selalu sabar dengan aku yang bandel. 

Dan saat aku memiliki waktu luang, dan salah seorang dari kalian ingin bicara, bahkan hanya untuk beberapa menit,aku selalu tak acuh ..

Aku terlalu asik dengan Hp dan tugasku sepanjang waktu, dan membiarkan kalian sendiri. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaan dan teman-temanku.

Padahal saat aku kecil kalian selalu mendengarkanku saat aku menceritakan tentang mainanku

Maafkan aku….

Terimakasih karena saat aku terbaring di tempat tidurku, sakit, Ibu memiliki kesabaran untuk merawatku. 

Maaf kalau dulu aku sering mengompol di tempat tidur kalian..

Maaf..

Ingatkah kalian saat aku, kakak, dan kalian bermain bersama? Terimakasih karena kalian sudah membuatku tersenyum bersama kalian

Aku rindu saat itu..

Saat ayah menggendongku, ibu menggandeng kakak berjalan ke gedung gereja bersama-sama,

Mungkinkah akan aku nikmati senyum kalian seperti saat itu lagi?

Apabila yang terburuk terjadi..

1 hal yang harus kalian ingat. , orang yang paling aku sayangi di dunia ini adalah kalian, ibu, ayah, dan kakak…

Aku tidak tau..Apabila saatnya tiba nanti,.

Suatu ketika , bila masaku lebih cepat ,saat aku hanya bisa terbaring di tempat tidurku , dan tidak bisa menjawab panggilan kalian lagi, Aku mohon kalian memegang tanganku  dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi itu semua.. Aku mohon, biarkan kakak menikmati senyum kalian seperti dulu lagi..

Karena aku pun akan menikmatinya..

Dan jangan khawatir,

Ketika aku bertemu dengan Penciptaku nanti,

Aku akan berbisik padanya untuk selalu memberikan berkat pada keluargaku

Karena kalian mencintai aku :’)

Terimakasih atas segala perhatian, ayah.. dan ibu..

Aku mencintai kalian..

 

Dengan kasih yang berlimpah

Anakmu, Thalia Viranda.

About these ads
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Post navigation

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: